MULTIPLEXER dan DEMULTIPLEXER

Berikut materi terkait Multiplexer dan Demultiplexer. Materi ini memanfaat IC TTL dan IC CMOS. Materi yang diajarkan terkait dasar-dasar rangkaian Multiplexer dan cara mendesain rangkaian Multiplexer. Begitu juga materi terkait Demultiplexer. Dasar-dasar rangkaian Demultiplexer dan cara mendesain rangkaian Demultiplexer. 🙂 Materi ini diajarkan secara step by step sampai mahasiswa paham terkait materi ini.

 

Ingin mengetahui lebih lengkap terkait materi ini, silahkan klik referensi dibawah ini.

Multiplexer dan Demultiplexer

Analog to Digital Converter (ADC)

Apa itu Analog to Digital Converter (ADC) ? ADC (Analog to Digital Converter) dapat diartikan pengubah atau konversi analog ke digital. Konversi ini dilakukan oleh ADC. Contoh besaran analog adalah temperatur, tekanan, kecepatan, suara dan lain sebagainya dimana besaran tersebut tidak dapat dinyatakan dengan nilai logika “1” ataupun logika “0”, maka dibutuhkan perubah/converter. Tentunya besaran-besaran temperatur, tekanan adalah berasal dari fenomena alam yang harus dirubah kebesaran listrik dengan suatu peralatan yang disebut transducer.  Ingin mengetahui lebih lengkap terkait materi ADC ini, silahkan klik referensi dibawah ini

ADC_1

 

 

FLIP-FLOP

Flip-flop bisa di desain dalam bentuk rangakaian. Rangkaian flip-flop outputnya memiliki dua keadaan yang stabil pada waktu yang bersamaan.  Flip-flop dalam rangkaian gerbang logika dapat dirancang dengan menggunakan 2 gerbang NAND. Ciri dasar flip-flop adalah mempunyai 2 kondisi stabil (Q=1 dan Q=0) serta dapat  digunakan untuk elemen memory (mampu menyimpan 1 bit memori).

 

 

Ada 4 bentuk dasar flip-flop :

  1. Flip-flop RS (urut abjad singkatan Set Reset)
  2. Flip-flop T (Toggle)
  3. Flip-flop D (Delay)
  4. Flip-flop JK
    Flip-flop dasar secara sederhana dapat dirancang dengan menggunakan 2 gerbang NAND.

Gamba 1. Flip-flop dengan 2 gerbang NAND.

         1. Flip-flop RS (Reset-set)

           – Pengembangan dari flip-flop dasar

           – Dapat diatur untuk mendapatkan nilai output (Q) tertentu

 Gambar 2 Flip=flop RS (Reset-set)

         2. Flip-flop T (Toggle)

             – Punya satu masukan T (toggle)

             – Output pada setiap pulsa masukan berubah

Gambar 3 Flip-flop T (Toggle)

         3. Flip-flop Delay

            – Merupakan  Modifikasi flip-flop RS

            – Keadaan D = 1 (set), D = 0 (reset)

            – Kondisi S = R = 0 dan S = R = 1 , sehingga R dan S berkomplemen

            – Dapat digunakan untuk memori

            –  Hanya 1 masukan data

            – Keluaran mengikuti masukan selama CK aktif: Q+= D

Gambar 4 Flip-flop Delay

         4. Flip-flop JK

            – Merupakan modifikasi flip-flop T

            – Tambahan masukan J dan K

            –  Flip-flop JK diberi nama berdasarkan nama masukannya, yaitu J dan K.

            – Flip-flop ini mengatasi kelemahan flip-flop RS, yang tidak mengizinkan pem­berian masukan               R=S= 1, dengan meng-AND-kan masukan dari luar dengan keluaran seperti dilakukan pada                 flip-flop T

Gambar 5 Flip -flop JK

 Ingin mengetahui lebih lengkap terkait materi ini, silahkan klik dibawah ini

Flip_Flop

Sum of Product and Product of Sum

Rangkaian logika kombinasi secara umum dapat dibedakan menjadi dua bentuk, diantaranya Sum of Product (SOP) dan Product of Sum.
1. Sum of Product.

Persamaan bentuk SOP terbentuk dari dua atau lebih gerbang logika AND yang kemudian di OR kan di dalam tanda kurung, kemudian di dalam tanda kurung tersebut bisa jadi terdiri dari dua buah variabel maupun lebih. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa SOP merupakan bentuk persamaan yang menjalankan operasi OR terhadap AND.

Berikut adalah contoh rangkaian persamaan SOP:

 

 

 

 

 

2. Product of Sum (POS)

Persamaan bentuk Product of Sum (POS) terbentuk dari dua atau lebih gerbang logika OR yang kemudian diAND-kan, dalam persamaan ini dapat berisi dua atau lebih variabel.Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa POS merupakan bentuk persamaan yang menjalankan operasi AND terhadap keluaran-keluaran OR.

Berikut adalah contoh Rangkaian Product of Sum (POS)

 

 

 

 

 

Ingin mengetahui lebih lengkap terkait materi ini, silahkan klik dibawah ini

SOP and POS

Perbedaan IC TTL dan CMOS

Berikut perbedaan mendasar dari IC TTL dan IC CMOS. Ingin mengetahui lebih lengkap terkait materi ini, silahkan klik dibawah ini

IC TTL dan Cmos

 

IC TTL (Integrated Circuit Transistor- Transistor Logic)

a. Sumber tegangan 4,75 volt sampai dengan 5,25 volt

b. Ditandai dengan kode 74 (seri 74XX, 741XX, 742XX)

c. Dapat aplikasikan sebagai saklar On/OFF

IC CMOS (Integrated Circuit Complementary Metal Oxide Semiconductor)

a.  Sumber tegangan 3 volt sampai dengan 18 volt

b. Merupakan gabungan dari komponen MOSFET untuk membentuk gerbang dengan fungsi logika.

c. Ditandai dengan kode 40 (seri 40XX)

Penyederhanaan Rangkaian logika

Penyederhanaan secara aljabar Boole merupakan aturan-aturan untuk memanipulasi ekspresi simbol-simbol logika dalam rangkaian. Ekspresi logika simbol biner terdiri dari variabel biner dan operator-operator logika seperti AND, OR, dan NOT. Contoh dari penyederhanaan secara aljabar adalah seperti Y = A + (B x C) atau penyederhanaan lain dimana Y = AC + ABC

 

Nilai Y diperoleh dengan cara.
1. MengANDkan A dan C
2. MengANDkan A,B dan C
3. MengORkan AC dan ABC
Sehingga didapatkan Y = AC + ABC
= AC (1+B)
= AC

Selain menggunakan gambar rangkaian dan simbol-simbol gerbang logika, rangkaian logika dapat dijelaskan menggunakan persamaan logika. Rangkaian logika secara umum dapat dikategorikan menjadi dua bentuk, diantaranya Sum of Product (SOP) dan Product of Sum (POS).

1. Sum Of Product (SOP)

– Bentuk pernyataan dikatakan SOP bila semua perkalian yang ada merupakan perkalian variabel     tunggal.
– Mudah dikenali karena pernyataan tersebut terdiri atas suku2 penjumlahan dari perkalian.
– Untuk mendapatkan bentuk SOP, menggunakan hukum kedua distributif.

2. Product of Sum (POS)

– Bentuk pernyataan dikatakan memiliki bentuk POS bila semua penjumlahan merupakan
penjumlahan variabel tunggal.

– Mudah dikenali karena pernyataan tersebut terdiri dari suku2 perkalian dari penjumlahan.

Ingin mengetahui lebih lengkap terkait materi ini, silahkan klik dibawah ini

04_Penyederhanaan Rangk Logika

05_SOP

 

Aljabar Boolean

Aljabar boolean merupakan aljabar yang berhubungan dengan variabel-variabel biner dan operasi-operasi logik. Variabel-variabel diperlihatkan dengan huruf-huruf alfabet, dan tiga operasi dasar dengan AND, OR dan NOT (komplemen). Pada aljabar boolean konstanta dan variabel-variabelnya hanya memungkinkan mempunyai dua nilai yaitu 0 atau 1. Pada aljabar boolean 0 dan 1 tidak menyatakan bilangan tetapi menyatakan keadaan suatu variabel atau disebut juga level logika. Tergantung pada nilai bilangan logika yang dapat di istilahkan, untuk nilai 0 diistilahkan dengan off dan untuk nilai 1 di istilahkan dengan on. Pada aljabar boolean terdapat simbol tertentu seperti tambah (+) dan titik (.) atau kali (x), simbol tambah (+) biasanya berupa operasi OR , simbol titik (.) atau kali (x) biasanya berupa operasi AND. Adapun satu operasi lagi selain OR dan AND yaitu operasi lawan atau biasa disebut operasi NOT, tiga operasi tersebut lebih dikenal sebagai operasi logika atau gerbang logika dasar. Ingin mengetahui terkait aljabar boolean. Silahkan klik materi dibawah ini.
03_Aljabar Boolean
03_Pertemuan Aljabar Boolean

Gerbang Logika

Pada matakuliah teknik digital istilah gerbang logika pasti dipelajari. Gerbang logika pada teknik digital secara umum dikenal nol (0) dan satu (1). Menurut aristoteles gerbang logika menyusun metode-metode secara tepat untuk memperoleh kebenaran, dengan diberikan beberapa asumsi-asumsi yang benar. Berikut beberapa gerbang logika yang kita kenal :

  1. Gerbang OR (Rangkaian logika dengan satu keluaran dan satu atau beberapa masukan).
  2.  Gerbang AND (gerbang semua-atau tak ada (keluaran terjadi apabila semua masukan bernilai 1).
  3. Gerbang NOT  (Masukan berkebalikan dengan keluaran)
  4.  Gerbang EXOR.

Untuk mengetahui secara detail terkait gerbang logika, sillahkan klik dibawah ini.

02_Gerbang Logika
Berikut contoh video terkait gerbang logika :

Pengenalan Sistem Digital

Pada sistem digital kita mengenal nol (0) dan (1). Definisi dari sistem digital adalah merupakan sistem elektronika yang setiap rangkaiannya melakukan pengolahan sinyal diskrit. Sistem digital terdiri dari rangkaian digital/logika, Komponen elektronika, gerbang logika. Dalam mempelajari sistem digital kita mengenal.

 

a. Bilangan Desimal

Bilangan Desimal, merupakan sistem bilangan yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Sistem ini mempunyai 10 simbol yaitu dari 0 s/d 9.

b. Bilangan Biner

Bilangan Biner, merupakan sistam bilangan dengan bilangan dasar 2. Hanya mempunyai 2 simbol yaitu 0 dan 1.

c. Bilangan Octal

Bilangan Oktal, merupakan Sistem bilangan yang mempunyai 8 simbol yaitu dari 0 s/d 7.

d. Bilangan Heksa

Bilangan Heksa, merupakan sistem bilangan yang mempunyai 16 simbol yaitu 0 s/d 9 dan A s/d F.

Ingin mengetahui lebih lengkap terkait materi ini, silahkan klik disini  : 01_Pengenalan sistem digital

Berikut contoh video terkait konversi bilangan :