Tips Merawat Baterai Ponsel

Ilustrasi ponselSeiring dengan perkembangan dunia telekomunikasi. Kebutuhan akan ponsel atau telepon genggam terus meningkat. Merawat baterai ponsel sangatlah diperlukan supaya komunikasi tetap berjalan dengan lancar. Baterai ponsel merupakan sumber daya yang sangat vital. Bisa dibayangkan jika baterai ponsel anda bermasalah ? tentunya anda akan merasa kesal, kecewa atau marah dengan product baterai ponsel tersebut.  Secara teknis fungsi baterai mengubah energi kimia menjadi energi listrik yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Baterai memiliki 3 komponen penting yaitu electrode positif, electrode negatif, dan bahan elektrolit yang berada diantara kedua electrode tersebut. Bahan electrolyte tersebut yang akan bereaksi untuk menghasilkan energi listrik untuk kemudian disalurkan melalui electrode positif dan negatif. Berikut beberapa tips merawat untuk baterai ponsel sehingga dapat digunakan dan aman bagi penggunanya.

1. Matikan ponsel saat mengisi baterai.

Kenapa ponsel dimatikan saat mengisi baterai ? jawabanya secara teknis karena pada saat mengisi bateri daya yang masuk dalam ponsel bisa 100% dan ini akan mempercepat waktu dalam pengisian ponsel tersebut. Dengan keadaan seperti ini baterai ponsel aman dan tetap terawat dengan baik. Dalam kondisi sebaliknya, kalau ponsel dalam kondisi menyala saat mengisi baterai, baterai ponsel akan bekerja 2x. Pertama baterai ponsel tersebut bekerja menjalankan fitur yang ada diponsel (camera, bluetooth, vibrate, GPRS). Kedua baterai ponsel bekerja saat menerima daya dari charger ponsel tersebut. Dalam kondisi seperti ini ponsel bekerja maksimal. Pada kurun waktu 2-5 hari mungkin tidak terjadi apa-apa, tetapi jika ini berjalan terus menerus dalam kurun waktu 1-2 bulan kehandalan baterai akan berkurang.

2. Jangan mengisi baterai ponsel saat menjelang tidur.

Kondisi mengisi baterai ponsel saat menjelang tidur sangat tidak disarankan. Kondisi ini menyebabkan baterai ponsel akan mengalami kerusakan. Kenapa mengalami kerusakan ? jawaban secara teknis, karena pada saat mengisi baterai ponsel saat tidur biasanya dibiarkan begitu saja dalam kurun waktu yang cukup lama. Jika kondisi ponsel sudah penuh (100%), padahal connector charger tetap terhubung, artinya daya pada ponsel tersebut tetap mengalir. Ini yang menyebabkan kerusakan pada baterai ponsel. Karena daya tersebut akan membuat ponsel tersebut panas, tentunya dengan panas meningkat dan daya tersebut dianggap beban pada ponsel tersebut.

3. Gunakan kabel dan charger ponsel asli bukan tiruan.

Penggunaan kabel pada ponsel telah banyak dipasaran. Sangat disarankan menggunakan kabel dan charger ponsel yang orisinil. Alasannya adalah bagi yang memakai kabel dan charger orisinil tentunya daya yang digunakan sudah menggunakan standart pabrik bagi ponsel tertentu. Jika memakai kabel dan charger tiruan biasanya menggunakan daya maksimum atau minimum untuk penggunaan ponsel yang ada dipasaran dan ini tidak menggunakan standart. Untuk harga biasanya lebih murah dari produk tiruan tetapi secara kwalitas tentunya berbeda.

4. Hindarkan dari panas langsung.

Kondisi baterai ponsel yang terkena panas langsung akan mengakibatkan rusaknya baterai. Sangat disarankan hindarkan baterai dari panas langsung seperti sinar matahari, menaruh pada dasbor mobil pada suhu panas.

5. Jangan menerima telepon saat ponsel lagi di charger.

Pada saat kita menerima telepon jangan dalam kondisi ponsel keadaan di charger. Pada kondisi seperi ini baterai ponsel akan mengeluarkan daya berlebih. Kondisi baterai ponsel mengeluarkan daya berlebih akibatnya ponsel mengalami panas, hal seperti ini tentunya membuat tidak nyaman bagi pengguna ponsel.

6. Matikan fitur dalam ponsel yang tidak perlu.

Untuk mengoptimalkan perawatan baterai ponsel sangat disarankan mematikan fitur-fitur yang tidak digunakan atau  tidak penting. Misalnya bluetooth, kamera aktif, vibrate, GPRS, menyalakan led badan ponsel, screensaver yang cepat, mengaktifkan backlight siang hari, sering buka tutup sliding, dan multitasking. Jadi pengguna ponsel harus selektif dalam mengaktifkan fitur yang ada diponsel tersebut. Jika fitur tersebut tidak digunakan sebaiknya tidak diaktifkan. Sebaiknya jika fitur tersebut tetap diaktifkan memerlukan daya pada ponsel tersebut.

7. Atur pencahayaan pada ponsel minimum.

Tingkat pencahayaan pada ponsel tidak disadari masyarakat Indonesia pada umumnya dan ini memakai daya pada baterai ponsel. Upaya untuk merawat baterai ponsel salah satunya adalah mengatur pencahayaan pada ponsel dalam keadaan minimum. Dengan mengatur pencahayaan secara minimum berarti menghemat daya penggunaan baterai pada ponsel. Sebaliknya dengan memakai pencahayaan secara maksimum/tinggi artinya daya baterai sering banyak digunakan. Apalagi ponsel dengan ukuran layar yang besar tentunya menggunakan daya yang baterai lebih dibanding ponsel dengan layar yang kecil.

8. Atur profile suara pada ponsel.

Pengaturan suara dan getar pada ponsel secara langsung mempengaruhi penggunaan daya baterai pada ponsel. Sangat disarankan untuk merawat baterai ponsel gunakan salah satu bentuk pemberitahuan baik getar ataupun suara supaya pemakaian baterai tak terlalu besar.