Alat Ukur – Jembatan Wheatstone

Jembatan Wheatstone merupakan suatu susunan rangkaian listrik yang dapat mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui nilai besarannya. Kegunaan dari Jembatan Wheatstone adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir pada galvanometer sama dengan nol (karena potensial ujung-ujungnya sama besar). Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian silang. Cara kerjanya dilihat dari rangkaiannya ada 4 (empat ) tahanan dan sumber tegangan yang dihubungkan melalui dua titik diagonal dan pada kedua diagonal yang lain dimana galvanometer ditempatkan ditengah (Pratama, 2010). Jembatan Wheatstone adalah alat ukur yang ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833 dan meningkat kemudian dipopulerkan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843. Untuk mengetahui terkait materi alat ukur – galvanometer dan aplikasinya silahkan klik referensi dibawah ini.

  1. Alat ukur dan Jembatan Wheatstone

Pengukuran dan Angka Penting

Apa yang dimaksud dengan pengukuran ? Pengukuran adalah suatu aktivitas untuk mendapatkan angka penting atau suatu aktivitas yang membandingkan dengan besaran lainnya. Dalam melakukan pengukuran selalu dimungkinkan terjadi kesalahan. Oleh karena itu, kita harus menyertakan angka-angka kesalahan agar kita dapat memberi penilaian yang wajar dari hasil pengukuran. Data hasil pengukuran dapat keliru disebabkan keterbatasan alat ukurnya, ketidakcermatan dalam pembacaan, perbedaan waktu pengukuran. Dengan menyertakan kesalahan atau batas toleransi terhadap suatu nilai yang kita anggap benar, kita dapat mempertanggungjawabkan hasil pengukuran tersebut. Berikut contoh dari alat ukur yang sering digunakan diantaranya :

  1.  Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang.
  2.  Neraca merupakan alat ukur massa.
  3.  Stopwatch merupakan alat ukur waktu.
  4.  Termometer merupakan alat ukur suhu.
  5.  Amperemeter merupakan alat ukur kuat arus listrik.
  6.  Speedometer merupakan alat ukur kelajuan
  7.  Dinamometer dapat digunakan untuk mengukur besaran gaya.
  8.  Higrometer dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara.
  9.  Omhmeter dapat digunakan untuk mengukur tahanan listrik.
  10.  Voltmeter dapat digunakan untuk mengukur tegangan listrik.
  11. Barometer dapat digunakan untuk mengukur tekanan udara luar.
  12. Higrometer merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur berat jenis larutan.
  13. Manometer merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tekanan udara tertutup.
  14. Kalorimeter merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya jenis zat.

Dari alat ukur yang sudah diutarakan diatas, masih banyak alat ukur terutama yang digunakan dalam bidang elektro dan telekomunikasi. Untuk mengetahui materi terkait pengukuran dan angka penting silahkan klik dan unduh materinya, semoga bermanfaat. 🙂
Klik disini Pengukuran & Angka Penting Review

 

RPS (Rencana Pembelajaran Semester) dan Kontrak Perkuliahan

Diawal perkuliahan diperguruan tinggi sebelum materi perkuliahan disampaikan, alangkah baiknya disepakati kontrak perkuliah dan RPS (Rencana Pembelajaran Semester). Kontrak perkuliahan biasanya berisi terkait aturan maen selama perkuliahan berlangsung. Misal toleransi keterlambatan mahasiswa saat perkuliahan sudah dimulai, etika mahasiswa bertanya didalam kelas, skala penilaian yang digunakan dalam perkuliahan, media pembelajaran yang digunakan dosen, daftar pustaka yang digunakan dosen dan hal-hal lainnya seputar perkuliahan selama 1 (satu) semester. Sedangkan untuk RPS berisi mengenai rencana pembelajaran selama 1 (satu) semester. Pembelajaran dalam 1 (satu) semester dijabarkan dalam setiap kali pertemuan. Selama 1 (satu) semester terdiri dari 14 kali pertemuan.  Berikut contoh RPS (Rencana pembelajaran Semester) dan Kontrak perkuliahan dalam matakuliah Pengukuran besaran elektrik. Klik disini RPS Pengukuran Besaran Elektrik dan Kontrak Perkuliahan