Perbandingan Representasi Citra dan Ukuran Grid Entropy pada Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Multilayer Perceptron

Pada penelitian ini penulis melakukan objek penelitian yang diamati berupa tanda tangan. Tanda tangan merupakan coretan khusus dari tulisan tangan yang mencakup karakter khusus dan terkadang memiliki arti yang khusus dan bervariasi. Tanda tangan seseorang dapat dibaca dan sebagian lain tidak terbaca. Sebagai identitas yang penting untuk dapat menunjukkan keabsahan suatu informasi tertulis, maka perlu dilakukan identifikasi pemilik tanda tangan tersebut. Identifikasi tanda tangan dapat dilakukan secara otomatis menggunakan komputer. Tanda tangan yang ditulis oleh seseorang terlebih dahulu dilakukan konversi menjadi bentuk digital melalui pemindaian (scanning). Selanjutnya dilakukan ekstraksi ciri dari citra digital tanda tangan tersebut. Nilai ciri tersebut menjadi atribut tanda tangan. Pada penelitian ini menggunakan Multi Layer Perceptron untuk melakukan identifikasi tanda tangan berdasarkan grid entropy dan jenis representasi citra yang berbeda. Pada kesempatan ini penulis menggunakan nilai entropy sebagai ciri (feature) pada setiap citra. Dengan menggunakan hanya 1 nilai entropy penulis mendapat kesulitan untuk membedakan tanda tangan asli dan palsu. Dikarenakan nilai entropy tanda tangan asli dan palsu berdekatan. Berdasarkan penelitian tersebut, penulis akan mencoba menerapkan grid image pada perhitungan entropy, sehinga setiap citra tidak hanya
memiliki 1 nilai entropy. Selain itu penulis juga akan menggunakan 2 representasi yang berbeda untuk meneliti apakah representasi citra berpengaruh pada tingkat akurasi. Selain itu pada penelitian ini juga akan menerapkan machine learning yaitu multilayer perceptron untuk melakukan training dan testing hasil ekstraksi ciri untuk mendapatkan tingkat akurasi dari pengenalan atau identifikasi tanda tangan.

Ingin mengetahui lebih detail, silahkan bisa download jurnal ilmiah nya di bawah ini. : http://ejournal.st3telkom.ac.id/index.php/infotel/article/view/219

 

 

Verifikasi Tanda Tangan Asli Atau Palsu Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy)

Pada perkembangan teknologi yang cukup pesat ini keamanan menjadi kebutuhan manusia yang tidak bisa dilepaskan. Baik keamanan untuk dirinya sendiri maupun keamanan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya, sepeti dokumen-dokumen legal dan penting. Salah satu bentuk sistem keamanan tersebut adalah dengan menerapkan sistem pengenalan identitas. Salah satu tanda identitas adalah menggunakan sistem biometrika. Terdapat dua jenis biometrika yaitu biometrika fisik dan perilaku. Salah satu bentuk biometrika perilaku adalah tanda tangan.
Sistem biometrika dapat melakukan dua tugas, yaitu verifikasi dan identifikasi. Verifikasi tanda tangan berarti memeriksa apakah tanda tangan tersebut adalah milik orang yang sudah terdaftar atau tidak, serta memeriksa apakah tanda tangan tersebut asli atau palsu. Sedangkan identifikasi merupakan tanda identitas diri atau penetapan identitas seseorang. Dalam hal ini identifikasinya menggunakan tanda tangan. Tanda tangan merupakan sesuatu yang lazim untuk menunjukkan identifikasi atau tanda identitas diri seseorang. Tanda tangan juga merupakan tanda pengesahan dari suatu berkas dokumen.
Jika ingin mengetahui lebih lengkap terkait karya tulis ilmiah diatas silahkan klik link dibawah ini. http://ejournal.st3telkom.ac.id/index.php/infotel/issue/view/17

Deteksi Tanda Tangan Asli atau Palsi Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy)

Informasi yang disampaikan secara tertulis terkadang memerlukan penanda mengenai jati diri orang atau sekumpulan orang yang membuat ataupun mengesahkan informasi tersebut. Salah satu media yang sering digunakan sebagai penanda adalah tanda tangan. Sebagai media yang penting untuk menunjukkan keabsahan suatu informasi tertulis, maka diperlukan verifikasi tanda tangan, apakah tanda tangan tersebut benar-benar ditulis oleh orang yang bersangkutan, atau tanda tangan tersebut dipalsukan oleh orang lain. Terkadang hasil tanda tangan palsu secara visual sangat mirip dengan tanda tangan asli. Oleh karena itu diperlukan mekanisme untuk melakukan verifikasi terhadap suatu tanda tangan. Penelitian ini berjudul “Deteksi Tanda Tangan Asli atau Palsi Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy)”.

Peneliti mengumpulkan data base penelitian berupa tanda tangan asli sebanyak 30 dan mengumpulkan tanda tangan palsu sebanyak 5. Dari data tanda tangan yang sudah terkumpul kemudian dilakukan scan pada masing-masing tanda tangan, sehingga didapatkan citra digital. Selanjutnya dilakukan pre-processing pada citra digital tersebut. Setelah proses pre-processing selesai kemudian dilakukan klasifikasi deteksi tanda tangan berdasarkan sifat keacakan. Output atau keluaran yang dihasilkan berupa perhitungan tanda tangan asli dan palsu berdasarkan sifat keacakan. Perhitungan sifat keacakan digunakan sebagai dasar perbedaan antara tanda tangan asli dan palsu.
Berikut blok diagaram yang dikerjakan penulis guna mengerjakan penelitian ini.

Diagram Penelitian